Postingan

Sekelumit Kisah Negeri Liken

Selesai sudah masa liburanku Kamu tahu Negeri Liken ? Disanalah tempat aku dilahirkan. Sebutan nama yang aku buat sendiri sejak kegemaranku bereksplorasi sains. Walau saat ini aku sedang mendalami ilmu lain selain sains, tapi aku masih ingat bagaimana aku bisa mencintainya. Liken sering digunakan sebagai bioindikator pencemaran udara. Hal ini dikarenakan liken sensitif terhadap pencemaran dan akan mati bila berada di kondisi yang kurang ideal. Liken mampu menyerap logam berat yang terkandung pada udara tercemar, seperti As, Cd, Cu, Ni, Pb, dan Zn (Szczepaniak dan Biziuk 2003). Dulu aku suka sekali saat tahu, bahwa setiap tumbuhan yang hidup di sekitar rumahku memiliki nama-namanya sendiri. Beberapa kali saat praktikum Biologi, aku membawa banyak sekali tanaman. Walau diperintah bu guru hanya satu atau dua tanaman saja, tapi aku membawa banyak sekali   jenisnya. Aku sengaja membawa itu semua, karena keingintahuanku yang tinggi. Aku akan menanyakan nama jenis atau g...

Semerbak Angin Perpisahan

Mawar itu kini sedang sedikit pilu. Mengingat kejadian setahun ini yang membuat hatinya beku. Bahkan duri yang melindungi dirinya, sempat sedikit menggores mahkotanya. Dia diam tak bergeming, tatkala hidupnya terlilit banyak hutang, dan hp nya tiba-tiba hilang. Diapun seolah tidak lagi bisa menangis. Dia tak ingin jadi pengemis. Apalagi pengemis rindu dan cinta yang tak terbalaskan. Dia sekarang sedang mencoba berdamai dengan ruh jiwanya. Mungkin dia akan kembali. Kembali menorehkan sebuah cerita yang ia rangkai atas dasar tangan Allah yang berkehendak. Dia tak bisa apa-apa Dia sedang kesepian, layaknya Kimya Sang Putri Rumi yang ditinggal Samsyudin. Dia masih suka terbaring, menikmati gesekan-gesekan angin yang entah dari arah datangnya. Dia tak paham dengan kehidupan bahagia yang dia inginkan Tapi dia paham Bahwa mawar yang mekar itu memang sudah seharusnya lepas dari tangkainya. Dan mawar kuning itu, terus tersenyum menyambut matahari, meski dengan hati yang ber...

AnProf

Bapak sedang diluar Lagi-lagi aku harus bersabar atas rencana yang sudah aku buat sebelumnya

Kenapa ?

Kenapa kamu bisa sekuat ini ? Haruskah aku ceritakan kepadamu kawan ? Tentang kabar hati yang terlihat ambyar tapi wajah tetap tegar ? Jadi begini ceritaya Aku hanya sedang mencoba berdamai dengan diriku Aku tak ingin orang lain bersusah-susah mengasihiku Aku ingin semua baik-baik saja Akupun sudah terbiasa Aku hanya sedang mencoba berdamai dengan diriku Seperti halnya do’a untuk tanah suci yang telah aku kirimkan lewat bapak professor sepekan yang lalu. Aku ingin menjadi manusia yang damai. Tidak selalu sibuk dengan dunia. Tidak juga mengabaikan akhirat. Aku tidak ingin selalu di pandang tinggi oleh orang lain karena kedekatanku dengan orang-orang tinggi. Aku harus menyadari, bahwa selama ini aku hanya memprioritaskan bagaimana menggapai mimpi dunia. Dan kemudian mimpi itu tercapai aku sudah lega. Tapi tidak seharusnya seperti itu. Aku lelah dengan dunia. Bagaimana drama tertinggal pesawat, tertipu orang jahat, dan kini, hp ku sudah sekarat. Semua terkadang m...